Lukisan adalah salah satu seni rupa yang diminati
oleh banyak kalangan di dunia. Lukisan berkembang dari masa ke masa,
bahkan ada lukisan yang mampu bertahan puluhan bahkan ratusan tahun
lamanya dan tetap diminati oleh semua orang. Misalnya saja lukisan
Monalisa karya Leonardo da Vinci. Banyak karya lukisan yang menyimpan
banyak makna di balik lukisannya dan tidak jarang membuat mereka yang
hobi seni sampai rela mengeluarkan kocek yang cukup banyak. Apa sajakah
lukisan-lukisan mahal di dunia? Berikut ini adalah 3 lukisan termahal di
dunia.
1. ”No.5, 1948″ karya Jackson Pollock
Lukisan ini adalah sebuah lukisan karya Jackson Pollock, seorang
pelukis Amerika yang dikenal berkontribusi pada gerakan ekspresionis
abstrak. Ekspresionisme abstrak adalah gerakan seni pasca Perang Dunia
II di Amerika Serikat. Gerakan ini merupakan gerakan Amerika pertama
yang memiliki pengaruh di seluruh dunia dan menempatkan New York City
sebagai pusat dunia seni barat setelah sebelumnya ditempati Paris.
Lukisan “No.5, 1948″ ini berukuran 8′× 4′ dari papan serat, dengan
goresan cat coklat dan kuning drizzled di atasnya, membentuk penampilan
seperti sarang burung. Pada awalnya lukisan ini dimiliki oleh
Samuel
Newhouse Irving, Jr dan ditampilkan di Museum
of Modern Art sebelum dijual kepada David Geffen, pendiri Geffen
Records dan pendiri Dreamworks SKG. Kemudian terjadi polemik penjualan
lukisan antara David Geffen yang diduga telah menjual lukisan tersebut
pada David Martinez pada 2 November 2006. Penjualan yang ditengahi oleh
Balai Lelang Sotheby ini meraup angka fantastis yaitu 155.300.000 Dollar
Amerika dan menjadikannya sebagai lukisan termahal di dunia.
2. ”Woman III” karya Willem de Kooning
Women III atau Wanita III adalah lukisan karya pelukis abstrak
ekspresionis Willem de Kooning. Willem de Kooning juga termasuk dalam
kategori Action Painter, meskipun ia tidak sepenuhnya meninggalkan
figur. Dalam hal ini ia berbeda dengan pelukis Abstrak Ekspressionisme
yang lain. Namun, ia juga menggunakan gerakan energetik seperti halnya
pelukis abstrak ekspresionis terkenal, Pollock dan Kline. Selama tahun
1950-an, de Kooning mengerjakan serangkaian lukisan abstrak dengan tema
wanita, Woman Series. Goresan kuasnya yang kuat dan cepat serta warna
yang cemerlang mengungkapkan rasa kebuasan (keganasan). Makna yang
sesungguhnya dari objek wanita ini belum pernah dijelaskan sepenuhnya.
Lukisan Women III adalah salah satu dari enam seri lukisan de Kooning
yang dibuat antara tahun 1951 dan 1953 di mana tema sentral
keseluruhannya adalah seorang wanita. Lukisan berukuran 1,7 m x 1,2 m
ini diselesaikan de Kooning pada tahun 1953. Dari tahun 70-an sampai
1994, lukisan ini merupakan bagian dari koleksi Museum Seni Kontemporer
Teheran. Tetapi setelah revolusi pada tahun 1979, lukisan ini tidak
dapat ditampilkan karena aturan ketat yang ditetapkan oleh pemerintah
tentang seni visual yang bersifat vulgar. Pada tahun 1994, lukisan ini
diam-diam diperdagangkan oleh Thomas Ammann Fine Art pada David Geffen
untuk pelestarian sisa naskah Persia abad ke-16, Tahmasbi Shahnameh.
Pada bulan November 2006, lukisan itu dijual oleh Geffen pada miliarder
Steven A. Cohen. Harga lukisan tersebut saat ini adalah 152.500.000
Dollar Amerika.
3. Portrait of Adele Bloch- Bauer karya Gustav Klimt
Potret Adele Bloch-Bauer I adalah lukisan karya Gustav Klimt yang
diselesaikannya pada 1907. Pada Juni 2006, lukisan ini dijual pertama
kali dengan harga US $ 148.7 juta kepada Ronald Lauder untuk dipajang di
Neue Galerie miliknya di New York City. Klimt membutuhkan waktu tiga
tahun untuk menyelesaikan lukisan itu. Lukisan berukuran 138 x 138 cm
ini terbuat dari minyak dan emas pada kanvas, yang menunjukkan
ornamentasi yang rumit dan kompleks seperti yang terlihat dalam gaya
Jugendstil. Klimt adalah anggota Vienna Secession, sekelompok seniman
yang memisahkan diri dari cara tradisional lukisan.
Gambar lukisan ini dilukis di Wina atas permintaan pengusaha
Ferdinand Bloch-Bauer. Yang menjadi modelnya, tak lain adalah istri
Ferdinand Bauer sendiri, Adele Bloch-Bauer. Adele menjadi satu-satunya
model yang dilukis dua kali oleh Klimt pada tahun 1912. Diakhir hidupnya
Adele Bloch-Bauer, meminta suaminya untuk menyumbangkan lukisan Klimt
ke Galeri Negara Austria saat kematiannya pada tahun 1925. Ketika Nazi
mengambil alih Austria, Ferdinand melarikan diri ke Swiss. Kekayaan
miliknya, termasuk lukisan Klimt, disita oleh Nazi. Pada tahun 1945,
pada sebuah wasiat, Ferdinand Bloch-Bauer menyebutkan keponakannya Maria
Altmann, sebagai pewaris kekayaannya yang menandai polemik kepemilikan
yang sah atas lukisan tersebut.
Sumber : puncakdunia.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar